SUBANG – Sebanyak puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) As-Syifa secara resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai dari 4 Februari hingga 4 Maret 2026, ini menjadi momentum krusial bagi mahasiswa untuk mengabdi langsung kepada masyarakat.
Ketua KKN Mahasiswa, Abdul Rohman, M.Ag, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar untuk memenuhi beban SKS, melainkan untuk mengasah kepekaan sosial.
“Kami berharap melalui KKN ini, mahasiswa mampu memperdalam cara berpikir kolaboratif dengan pendekatan multidisiplin. Ini adalah waktu bagi mereka untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi (ipteks) guna mendukung pembangunan di tingkat desa,” ujar Abdul Rohman.
Program ini berada di bawah pengawasan langsung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIQ As-Syifa. Apri Wardana Ritonga, M.Pd, selaku Ketua LPPM, menegaskan tanggung jawab institusi dalam memastikan bahwa setiap program kerja mahasiswa memberikan dampak konkret bagi warga Desa Palasari.
Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan fokus pada berbagai program pemberdayaan. Selain memberikan kontribusi bagi desa, dampak internal bagi mahasiswa sangat signifikan, di antaranya:
Pengelolaan Program: Belajar merancang dan mengeksekusi kegiatan yang relevan dengan kebutuhan warga.
Kepemimpinan: Melatih kemampuan menggerakkan kelompok dan mengambil keputusan di lapangan.
Keterampilan Komunikasi: Mengasah cara berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, dari perangkat desa hingga warga setempat.
Melalui kegiatan ini, STIQ As-Syifa berharap dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis dan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ketrampilan praktis dalam membangun peradaban di masa depan. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut bahkan setelah masa KKN berakhir pada awal Maret mendatang.




